Dikembangkan Lahan Padi SRI Organik: Lebih Menguntungkan daripada Metode Tanam Konvensional
Monday June 30th 2008, 2:07 pm
Filed under: Uncategorized

Rabu, 19 Maret 2008 | 17:05 WIB
Tasikmalaya, Kompas - Departemen Pertanian tahun ini mengembangkan budidaya padi dengan metode system of rice intensification atau SRI organik di Kabupaten Tasikmalaya seluas 1.300 hektar. Budidaya padi dengan SRI organik dapat memberikan keuntungan bagi petani daripada menanam dengan metode konvensional.

Hal itu disampaikan Direktur Pengelolaan Lahan dan Air Departemen Pertanian Suhartanto seusai memanen padi SRI organik di Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (18/3).

Lahan sawah di aliran irigasi Ciramajaya ini berada di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Mangunreja, Tanjungjaya, dan Sukaraja. Uji coba budidaya dengan metode SRI yang menelan biaya sekitar Rp 2 miliar itu akan menambah luas areal SRI organik di Kabupaten Tasikmalaya yang sekarang mencapai 2.918 hektar.

“Selama ini belum pernah dicoba menanam padi dengan SRI organik dalam areal yang luas. Yang ada baru spot-spot saja. Sekarang di daerah aliran irigasi Ciramajaya kami akan mencoba menanam padi dengan SRI yang lebih luas,” ujar Suhartanto.

Budidaya padi dengan SRI organik dianggap dapat memberikan keuntungan bagi petani. Selain produksi yang tinggi, harga beras organik pun lebih mahal dibandingkan dengan beras dari padi yang ditanam secara konvensional.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Kabupaten Tasikmalaya Uu Saeful Bahri mengatakan, rata-rata produksi padi SRI organik pada panen tahun 2008 di Tasikmalaya mencapai 8,82 ton gabah kering giling (GKG) per hektar. Adapun panen padi konvensional hanya 5,88 GKG per hektar. Jika rata-rata harga beras biasa sekitar Rp 5.000 per kilogram, beras organik dijual setidaknya Rp 7.500 per kilogram.

Bupati Tasikmalaya Tatang Farhanul Hakim mengungkapkan, peningkatan luas tanam padi SRI di Tasikmalaya terbilang pesat. Sampai saat ini sudah ada 2.918 hektar sawah yang ditanami padi SRI. Padahal, tahun 2003 luasnya baru 44,77 hektar.

Selain program dari pemerintah pusat, ada pula program perluasan areal tanam SRI dari pemerintah provinsi dan kabupaten. Program dari pemerintah provinsi disalurkan melalui Program Pendanaan Kompetisi Indeks Pembangunan Manusia (PPK IPM). Terdapat 350 hektar lahan SRI dalam PPK IPM yang dikelola 37 kelompok tani sejak 2006 sampai sekarang.

Sementara program dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya di antaranya Program Desa Organik di enam desa. Setiap desa diberi tanggung jawab areal 7,5 hektar untuk ditanami padi SRI dan dikelola kelompok tani di desa tersebut.

Selain itu, Bupati Tasikmalaya pun telah menandatangani nota kesepakatan dengan camat se-Tasikmalaya guna menyediakan lahan untuk padi SRI. Setiap kecamatan diberi mandat membuka 30 persen lahan dari luas lahan potensialnya untuk ditanami padi SRI. Para camat diberi tanggung jawab menanam padi SRI pada 1 hektar lahan sehingga mereka bisa mempraktikkan metode SRI. (adh)

 

 


No Comments so far
Leave a comment



Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

(required)

(required)